Oleh Sulaiman bin Shaleh al-Khurasyi

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Salawat dan salam untuk Nabi dan Rasul termulia Muhammad saw., keluarga dan para sahabatnya.
Selanjutnya, setelah saya melihat banyaknya pertanyaan dari kaum wanita tentang keadaan mereka nanti di surga dan apa yang akan menanti mereka di sana, saya pun ingin sekali mengumpulkan beberapa pelajaran yang akan memperjelas masalah ini bagi mereka, dengan memberikan rujukan (referensi) pelajaran-pelajaran tersebut dari dalil-dalil sahih dan perkataan ulama. Demikian saya pun menyebutkan hal-hal berikut ini dengan senantiasa bermohon pertolongan kepada Allah SWT:

1. Wanita tidaklah perlu ditegur ketika mempertanyakan tentang balasan dan bentuk kenikmatan yang akan didapatkannya di surga, hal ini karena jiwa manusia umumnya sering memikirkan tempat kembalinya dan masa depannya. Terlebih Rasulullah saw. pun tidak menegur pertanyaan-pertanyaan para sahabat tentang keadaan surga dan apa yang ada di dalamnya. Mereka bertanya kepada Nabi: “Bagaimanakah bangunan surga itu ?”, Rasulullah pun menjawab:

“Batu batanya dari emas dan batu bata lainnya terbuat dari perak …”(Hr. Ahmad dan Tirmizi dan disahihkan oleh al-Albani dalam al-Misykat, 5630)

Pada kesempatan lain, para sahabat bertanya kepada Nabi: “Wahai Rasulullah, apakah di surga nanti kami akan mendapatkan kembali istri-istri kami ?”, Rasulullah saw. pun memberitahu bahwa hal itu akan mereka dapatkan. (Hr. Abu Nu’aim dalam Shifat al-Jannah dan disahihkan oleh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits al-Shahihah, 367).

2. Sesungguhnya jiwa manusia, baik laki-laki ataupun wanita sangat rindu dan senang ketika disebutkan tentang surga dan berbagai macam kenikmatan yang ada di dalamnya. Hal ini tentulah baik, namun dengan syarat hal ini tidak dijadikan hanya sekedar angan-angan yang sia-sia belaka tanpa diiringi dengan amal shaleh. Karena Allah SWT berfirman kepada orang-orang yang beriman:

“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.”(Qs. Al-Zukhruf: 72)

3. Sesungguhnya surga dan segala kenikmatannya tidaklah dikhususkan untuk laki-laki saja sehingga wanita tidak mendapatkannya. Akan tetapi surga adalah untuk orang-orang bertaqwa:

disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (QS. Ali Imran:133).

Dari dua jenis kelamin yang ada sebagaimana Allah SWT sudah mengabarkan kita tentang hal itu, Dia berfirman:

Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga …(QS. Al-Nisa’:124).

Seorang wanita sepatutnya tidaklah menyibukkan pikirannya dengan banyak bertanya dan menyelidiki secara rinci tentang masuknya dirinya ke dalam surga akan diapakankah dirinya ? menggunakan busana muslim kemana akan dibawa pergi ? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya, seakan dirnya akan menuju ke gurun pasir yang menakutkan. Cukuplah dirinya mengetahui bahwa hanya dengan masuk ke dalam surga ia akan terbebas dari segala penderitaan dan kesusahan yang menghampirinya dan akan menuju ke kebahagiaan yang terus-menerus dan kekekalan abadi. Cukuplah firman Allah SWT tentang surga:

Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya. (QS. Al-Hijr:48)

Dan firmanNya:

di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. (QS. Al-Zukhruf:71)

Dan sebelum itu semua, cukuplah firman Allah SWT tentang penghuni surga:

Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun ridha terhadapnya. …(QS. Al-Maidah:119)

5. Ketika mengingat Allah SWT karena kenikmatan-kenikmatan surga yang terdiri dari beraneka macam makanan, keindahan pemandangannya, tempat tinggalnya, dan pakaiannya, sesungguhnya semua itu adalah untuk kaum lelaki dan perempuan. Semuanya kelak akan menikmatinya. Akan tetapi persoalannya adalah sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan laki-laki terpikat dan merindukan surga karena mengingat bidadari-bidadari dan wanita-wanita di surga, dan yang seperti itu tidak disebutkan untuk wanita. Karenanya para wanita pun bertanya apakah sebabnya ?

Jawabannya adalah: ” Sesungguhnya Allah SWT berfirman:

Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai. (QS. Al-Anbiya’:23)

Namun demikian tidaklah mengapa mengetahui hikmah Allah SWT atas hal ini berdasarkan nas-nas syar’i dan kaidah-kaidah pokok ajaran Islam, karenanya pendapat saya:

1. Umumnya wanita mempunyai rasa malu, dan karena inilah Allah SWT pun tidak menjadikan mereka terpikat dengan apa yang mereka malu padanya.

2. Kerinduan seorang wanita akan laki-laki tidaklah seperti kerinduan seorang laki-laki kepada wanita sebagaimana sudah dimaklumi, karenanya Allah SWT pun menjadikan mereka merindukannya dengan mengingat wanita-wanita surga, sebagaimana sabda Rasulullah saw.:

“Tidaklah ada fitnah yang aku tinggalkan sesudahku yang lebih berbahaya daripada wanita bagi kaum laki-laki.” (Hr. Bukhari dan Muslim)

Adapun wanita, mereka pun dijadikan oleh Allah SWT merindukan aneka perhiasan dari jenis-jenis pakaian bagus dan permata melebihi kerinduan laki-laki akan hal itu, karena ini termasuk hal-hal yang dikodratkan bagi mereka sebagaimana Allah SWT berfirman:

Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan … (QS. Al-Zukhruf:18)

” Syekh Ibn ‘Utsaimin berkata: “Sesungguhnya Allah SWT menyebutkan isteri untuk suami, karena suamilah yang mencari mereka dan merekalah yang menginginkan wanita, sehingga disebutkanlah isteri-isteri untuk laki-laki di surga dan tidak menyebut sebaliknya. Dan ini bukanlah berarti bahwa wanita di surga tidak akan mempunyai suami, akan tetapi mereka kelak mempunyai suami dari jenis manusia juga.” (Al-Majmu’ al-Tsamin, 1/175).

sumber : http://www.van.9f.com



Leave a Comment

blank